Senin, 10 Januari 2011

Proses Bekerjanya Mental

MENGENAL MASALAH JIWA/BATIN
Oleh : Imam Qithfir

          Masalah jiwa banyak menentukan di dalam jalan dan pelaksanaan hidup manusia, hingga manusia tersebut menjadi manusia yang bahagia atau manusia celaka, jiwa atau batin memegang peranan utama.
          Jiwa/batin adalah kekuatan yang berada dan tersembunyi di dalam raga. Materi jiwa/batin tidak dapat dilihat oleh mata, tetapi gejala-gejalanya dapat diketahui.

PERINCIAN JIWA/BATIN

1. JANTUNG
          Di dalam badan ada alat raga yang bernama jantung. Jantung tersebut mempunyai fungsi secara lahiriyah sebagai alat pembagi darah ke seluruh tubuh. Tetapi di balik itu, jantung mempunyai kekuatan jiwa/batin yang luar biasa. Dan kebiasaan disebut hati. Bahkan sering ditambah hati sanubari atau hati nurani. Di dalam jantung mempunyai kekuatan jiwa/batin dan sering juga disebut kalbu/qalbu.
a.     Iman,  ialah kepercayaan pada sesuatu, terutama kepada Allah atau Tuhan.
b.    Akal, ialah kekuatan hati untuk menerima ilmu, menguasai ilmu, membedakan ilmu yang satu dengan yang lain. Menciptakan ilmu baru.
c.      I’tikad, ialah ketetapan hati dari pengolahan akal.
d.    Harkat, ialah dari ketetapan hati kemudian bergerak menimbulkan minat.
e.      Kehendak, ialah dari harkat dan minat kemudian bergerak menuju hasrat.
f.      Niat, ialah gerak hati untuk melaksanakan kehendak.

2. PARU-PARU
          Di dalam paru-paru mempunyai kekuatan jiwa/batin hawa.
a.     Paru-paru kanan, mempunyai kekuatan jiwa/batin yaitu syahwat.
b.    Paru-paru kiri, mempunyai kekuatan jiwa/batin ghodob.

3. DARAH
          Darah disamping mempunyai kekuatan lahiriyah tempat menyalurkan aliran listrik ke seluruh tubuh, juga mempunyai kekuatan jiwa/batin yaitu nafsu-nafsu, dimana semuanya ada empat nafsu :
a.     Nafsu Lawwamah, yaitu nafsu yang serba tidak puas. Ditimbulkan dari pengaruh materi badan yang dari bumi.
b.    Nafsu Amarah, yaitu nafsu yang serba ingin menang dan berani. Ditimbulkan dari pengaruh materi panas.
c.      Nafsu Supiyah, yaitu nafsu kebijaksanaan. Ditimbulkan dari pengaruh materi angin.
d.    Nafsu Muthmainah, yaitu nafsu yang serba ingin tenang dan ta’at. Ditimbulkan dari pengaruh materi air.

4. HATI/LIMPA BESAR/LEVER
          Hati atau limpa besar disamping fungsi lahiriyah sebagai tempat membuat darah juga mempunyai kekuatan jiwa/batin yaitu perasaan (rasa, merasa dan terasa).

5. PANCA INDERA/URAT SYARAF
          Di seluruh tubuh ini penuh urat syaraf. Urat syaraf tersebut disamping fungsi lahiriyah sebagai alat penyalur arus listrik ke seluruh tubuh, juga mempunyai fungsi jiwa/batin yaitu panca indera.
a.     Urat syaraf yang berada di dalam hidung,  mempunyai kemampuan mencium.
b.    Urat syaraf yang berada di dalam mata, mempunyai kemampuan melihat.
c.     Urat syaraf yang berada di dalam telinga, mempunyai kemampuan mendengar.
d.    Urat syaraf yang berada di dalam lidah, mempunyai kemampuan rasa lidah.
e.     Urat syaraf yang berada di seluruh tubuh, mempunyai kemampuan rasa raba.

6. OTAK
          Otak disamping mempunyai kekuatan lahiriyah sebagai pusat penggerak, juga mempunyai kekuatan jiwa/batin yaitu fikir. Disini perlu dijelaskan bedanya antara akal dan fikir. Kalau akal tempatnya ada di dalam kalbu/jantung. Akal dapat menciptakan sesuatu yang baru. Tetapi fikir tempatnya di dalam otak, kemampuannya hanya menggarap data-data yang telah masuk sebagai infentaris atau arsip atau album pengalaman.
Adapun kemampuan jiwa/batin otak adalah :
a.     Kesadaran jasmani.
b.    Ingatan, ialah mengungkap simnpanan kesadaran jasmani.
c.     Angan-angan, ialah menghubungkan simpanan yang satu dengan yang lain, dibuat pola dengan pola baru.
d.    Gagasan, ialah merealisir angan-angan.
e.      Fikir, ialah secara konkrit mengolah pelaksanaan sesuatu.
f.      Cipta, ialah keputusan fikiran yang akan dilaksanakan.
g.     Penggerak, yaitu dari otak pusat menggerakkan seluruh tubuh.

PROSES BEKERJANYA JIWA/BATIN

          Adapun proses bekerjanya jiwa/batin dalam kehidupan sehari-hari, atau dengan kata lain jalannya batin ialah :
1.     Panca Indera, menerima rangsang dari keadaan di kanan kirinya.
2.     Kemudian rangsang yang diterima disampaikan kepada akal yang berada di dalam kalbu/hati sanubari.
3.     Setelah akal menerima informasi dari panca indera, kemudian diolah agar menjadi ketetapan hati atau I’tikad.
4.     Waktu akal mengolah masukan/imformasi, didorong hawa dan digelorakan oleh nafsu, serta diberi pertimbangan oleh perasaan mengenai baik buruknya manfaat dan tidaknya.
5.     Hasil pengolahan akal, menjadi ketetapan hati atau I’tikad.
6.   Ketetapan hati tersebut ada kadang-kadang positif/pro dan kadang-kadang negatif/kontra. Dari ketetapan yang entah pro entah kontra tersebut menimbulkan harkat (krentek). Kalau pro harkatnya mendekat, kalau kontra harkatnya menyingkir.
7.     Dari harkat atau krentek ini kemudian menimbulkan minat.
8.     Dari minat kemudian menimbulkan kehendak.
9.     Dari kehendak kemudian menimbulkan hasrat.
10.   Dari hasratlah menimbulkan niat, untuk melaksanakan keputusan akal tersebut.
11.   Dari niat diserahkan kepada fikir untuk diolah pelaksanaannya.
12.   Keputusan fikir kemudian menggerakkan anggota badan untuk melaksanakan keputusan fikir.
13.   Adapun anggota badan yang melaksanakan keputusan fikir, ada tujuh (7) anggota badan, yaitu :
a.     Mata.
b.     Hidung.
c.      Telinga.
d.     Mulut.
e.      Kedua tangan.
f.       Kedua kaki.
g.     Alat kelamin.
Bekerjanya jiwa/batin dari no 1 s.d no. 12 disebut juga budi. Dan bekerjanya yang no. 13 disebut pakarti. Maka baik buruknya pakarti tergantung tinggi rendahnya budi. Budi yang mulia pasti menghasilkan pakarti yang utama, sedangkan budi yang nista akan menghasilkan pakarti yang tercela.

FUNGSI JIWA/BATIN

          Manusia hidup ini karena persenyawaan ketiga komponen hidup yaitu raga, jiwa dan sukma. Andaikata manusia ini digambarkan seperti mobil, ruh/sukma sebagai sopirnya, adapun raga sebagai mobilnya. Sedangkan jiwa/batin adalah merupakan energi-energi yang berada di dalam mobil, seperti kekuatan-kekuatan yang berada di dalam mesin mobil dan lain sebagainya yang menyebabkan bekerjanya mobil.
          Dengan demikian sudah jelas fungsi jiwa/batin adalah sebagai alatnya sang sukma/ruh untuk menggerakkan raga.
          Iman, akal, harkat, niat, fikir, perasaan, panca indera, hawa, nafsu dan sebagainya adalah semua hanya alatnya ruh/sukma untuk menggerakkan raga/jasmani. Disinilah sering-sering manusia lupa, hidupnya menuruti geraknya jiwa/batin, tanpa control tanpa reserve sedikitpun.

FUNGSI JIWA/BATIN KALAU DIGAMBARKAN JALANNYA PEMERINTAHAN

          Rasulullah SAW menggambarkan fungsi batin/jiwa sebagai jalannya pemerintahan, sebagaimana sabdanya :
“BANAITU FII JAUFIIBNI  AADAMA QOSHRON,
WA FIL QOSHRI SHODRON,
WA FISH SHODRI QOLBAN,
WA FIL QOLBI FUADAN,
WA FIL FUADI SYAGHOOFAN,
WA FISY SYAGHOOFI LUBBAN,
WA FIL LUBBI SIRRON,
WA FIS SIRRI ANA”
Artinya :
“Aku dirikan di dalam badan manusia sesuatu Negara,
Di dalam Negara ada dada,
Di dalam dada ada kalbu,
Di dalam kalbu ada hati nurani,
Di dalam hati nurani ada cenderung,
Di dalam cenderung ada isi,
Di dalam isi ada sirr (rahasia gaib),
Di dalam sirr ada SAYA”. (Hadits Qudsi)

          Jadi menurut hadits qudsi tersebut, Rasulullah SAW menggambarkan jiwa/batin seperti kerajaan. Adapun pemecahannya sebagai berikut :
1.     Ruh/sukma sebagai raja atau kepala Negara.
2.     Kalbu/hati sanubari sebagai kerajaan.
3.     Iman sebagai kursi sang raja.
4.     I’tikad sebagai meja kantor sang raja.
5.     Akal sebagai pekerjaan raja.
6.     Panca indera sebagai informan yang memberi laporan kepada raja.
7.     Hawa sebagai pendorong kepada raja.
8.     Nafsu-nafsu sebagai penggerak raja.
9.     Hati sebagai dewan pertimbangan agung bagi sang raja.
10.  Keputusan akal, harkat, minat, hasrat, niat sebagai keputusan sang raja, yang kemudian diserahkan ke kementerian untuk diolah pelaksanaannya.
11.  Fikir sebagai kementerian yang mengolah keputusan raja untuk dilaksanakan.
12.  Anggota badan tujuh (7) yang makarti sebagai aparat pemerintahan.

Dan dalam hal ini yang gawat adalah waktu akal bekerja di dorong oleh hawa dan digelorakan oleh nafsu-nafsu diberi pertimbangan hati, kalau ruh/sukma tidak pandai menguasai hawa dan nafsu, hingga keputusannya akal menuruti kehendak hawa dan nafsu jalannya hidup akan tidak karuan, dapat menyimpang dari garis-garis kebenaran.
     Padahal di luar badan manusia ada dua (2) kekuatan gaib yang mempengaruhi akal manusia, yaitu malaikat dan setan. Malaikat mempengaruhi kearah kebaikan sedang setan mempengaruhi kearah kejelekan. Dan kedua-duanya itu yang dipengaruhi adalah kalbu/hati sanubari/jantung.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“FII QOLBI LAMMATAANI, LAMMATUN MINAL MALAKI  II’ADUN ILAL KHOIRI WA TASHDIIQI BIL HAQQI, WA LAMMATUN MINAL ‘ADUWWI II’ADUN ILASY SYARRI WA TAKDZIIBI BIL HAQQI”.
Artinya:
“Di dalam kalbu ada dua ruangan, yang satu ruangan tempat malaikat yang mengajak kearah kebaikan dan membenarkan yang haq. Dan yang satu ruangan tempat musuh, mengajak kearah yang jelek dan mengajak kearah yang salah dan membohongkan yang haq”.

Jakarta, 18 Des 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar